Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
Tidak ada yang lebih berbahaya bagi kita selain keburukan kita sendiri. Adapun keburukan orang lain akan menjadi ladang pahala dan kemuliaan jika kita sikapi dengan sikap terbaik
2B 2L, yaitu :
Berani mengakui jasa dan kelebihan orang lain
Bijak terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain
Lihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri
Lupakan jasa dan kebaikan diri sendiri
Kekurangan dan kesalahan diri patut diwaspadai daripada bersibuk diri dengan kekurangan dan kesalahan orang lain. Ingatlah bahwa orang yang sibuk mengurusi orang lain berarti telah selesai dan tuntas mengurusi dirinya sendiri. Benarkah ada orang demikian di dunia ini ?
Rosullullah yang sudah dijamin masuk surga, yang sudah digaransi bersih dari perbuatan dosa dan maksiat, tetapi beliau ber-istighfar 70 hingga 100 kali dalam sehari. Beliau menangis terisak memohon ampun kepada Allah. Lihatlah diri kita ini yang berlumur dosa, sudahkah mengucap istighfar ?
Saudaraku, sadarlah untuk melihat keburukan diri sendiri dan seriuslah untuk memperbaikinya. Apa yang kita perbuat akan kembali kepada diri kita sendiri. Sungguh kasihan dan celaka orang yang tidak merasa memiliki keburukan, padahal sudah banyak tersebar kabar keburukannya. Oleh karena itu, jalan satu-satunya adalah bertobat memohon ampun kepada Allah.
Jangan sibuk memperbincangkan keburukan orang lain meskipun itu nyata. Keburukannya yang menimpa kita adalah ladang amal bagi kita. Si pengumpat yang mengumpat kita apabila kita tidak membalas, akan menjadi penggugur dosa dan penambah rekening amal. Si pendusta yang mendustai kita sebagai orang yang didzalimi, membuat do’a kita diijabah oleh Allah. Intinya, sikap terbaik menghadapi keburukan orang lain akan berbuah pahala dan kebaikan bagi diri kita sendiri.
Saudaraku, seriuslah dan bersibuk dirilah dengan keburukan kita. Jangan sampai hidup ini kita tidak memberi manfaat sedikit pun bagi orang lain. Sungguh celaka orang yang kehadiran dan keberadaanya diharamkan oleh orang banyak. Lebih celaka lagi orang yang melakukan keburukan, tetapi malah lebih fokus pada keburukan orang lain. Ingatlah, Allah akan membongkar keburukan saudara sendiri meskipun coba ditutupi apabila saudara justru sibuk membongkar keburukan orang lain.
“Jangan seperti ini”
Barangsiapa mengintai-intai keburukan saudaranya semuslim, maka Allah akan mengintai-intai keburukannya. Barangsiapa diintai keburukannya oleh Allah, maka Allah akan mengungkitnya (membongkarnya) walaupun dia melakukan itu di dalam (tengah-tengah) rumahnya (HR.Ahmad)
Renungan :
Sesungguhnya kita masih dihormati dan dihargai orang karena Allah masih menutupi aibnya. Andaikata Allah membukakan aib kita, Sesungguhnya, pastilah tidak akan ada yang bisa menolong kita dari kehinaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar